Jumat, 11 Januari 2019

Rajamanuk Fc pesta gol ke gawang Majula Fc II Matanagi.com

Selebrasi pemain Rajamanuk Fc
Matanagi.com, Lanjutan Liga 2 Askab PSSI Flores Timur group H Jumad 11/01/2019 mempertemukan Rajamanuk Fc Kel. Larantuka berhadapan dengan Majula Fc Kel Lokea. Pertandingan di gelar di lapangan Ile Mandiri Larantuka dan dipimpim wasit utama Frans Sabon Mehen.

Majula Fc yang pada pertandingan pertama mampu menaklukan Pante Uste Fc tampil buruk di laga ini. Aliran-aliran bola dari tengah yg biasa di peragakan tak nampak sejak menit awal pertandingan. Banyak kesalahan-kesalahan sendiri yang di pertontonkan. Tim asuhan Micky Oleona ini seperti kehilangan visi bermain.

Sebaliknya Rajamanuk Fc yang menurunkan skuad terbaiknya bermain lugas. Mengandalkan kecepatan pemain sayapnya, pertahanan Majula Fc di buat panik dan kocar-kacir. 

6 gol berhasil di lesakan para pemain Rajamanuk Fc ke gawang Majula Fc. 2 gol di babak pertama dan 4 gol di babak kedua.

Gol Rajamanuk Fc masing-masing di cetak oleh Yame Wungubelen 2 gol,Oki Maromom 1 gol,Pipin Fernandez 2 gol,Sisco Dacosta 1 gol.

San Fernandez Aikoli manager Rajamanuk Fc selepas pertandingan mengatakan puas dengan hasil yang ada. " anak- anak bermain bagus dan mengikuti instruksi pelatih. Kami sudah percaya diri sejak awal bahwa kami akan memenangkan laga. Namun hasil sore ini di luar dugaan kt semua mengingat Majula Fc merupakan salah satu tim unggulan. Kemenangan ini adalah awal yang baik untuk target kita lolos ke liga satu " ujar pria hitam manis ini.

Dengan kemenangan ini Rajamanuk Fc menjadi pemuncak klasemen group H dengan point 3. Mereka unggul agresifitas gol dari Majula Fc di peringakat 2 dengan poin sama 3. 

Jurnalis : Ocy Black




Rabu, 09 Januari 2019

Diwarnai hujan gol, Patigolo Fc tahan imbang Praia Grande Fc II Matanagi.com

Selebrasi pemain Patigolo Fc


Matanagi.com, Patigolo Fc bermain imbang 4-4 saat berhadapan dengan Praia Grande dalam lanjutan group H Liga 2 Askab PSSI Flores Timur Rabu 09/01/2019.


Laga yang di gelar di lapangan Ile Mandiri Larantuka berjalan cukup seimbang sejak menit awal. Kedua tim sama-sama banyak menekan. Praia Grande membuka percobaannya di menit ketujuh. Stanislaus L.Dasilva (25) melepaskan sepakan voli, tapi sepakannya masih terlalu kencang. Bola melambung di atas gawang Patigolo Fc.


Di menit ke 10 Praia grande kembali mengancam melalui kaki pemainnya Fortunatus H.Duru (17). Ia berhasil melewati pemain belakang lawan dan melepaskan tendangan keras ke gawang.Tapi bolanya masih bisa ditangkap penjaga gawang Patigolo fc Pati Kedang (1). Adapun patigolo Fc juga cukup kesulitan mengancam gawang Praia Grande. Herto Letor (7) dan Dona Janggur (16) gagal menciptakan peluang berarti untuk lawannya.


Di menit ke 15, Patigolo Fc membangun serangan. Umpan tarik di lepaskan Dona Janggur (16) ke depan gawang lawan, namun sayang Herto Letor (7) kalah cepat dari penjaga gawang Praia Grande.


Baru pada menit ke 17, Patigolo Fc mampu memecah kebuntuan lewat gol yang diciptakan Dona Janggur (16). Mendapat umpan dari tengah lapangan, Dona berlari menusuk sisi kiri pertahanan lawan yang sudah kosong akibat  pemain bertahan yang sudah terlanjur meninggalkan posisinya. Dengan sekali sontekan, bola melaju mulus masuk kegawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Patigolo Fc.


Setelah gawangnya dibobol lawan, Praia Grande langsung tancap gas menyerang untuk menyamakan kedudukan. Usaha mereka berhasil ketika pemainnya Emanuel Lasa Natun (7) mencetak gol pada menit ke 43. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum babak pertama.


Babak kedua di gelar, Praia Grande langsung memimpin di menit ke 51. Emanuel Lasa Natun (7) yang lolos dari penjagaan, menerima bola dan membawanya ke kotak pinalti untuk menaklukan penjaga gawang Pati Kedang dengan sepakan mendatar.


Patigolo Fc tak tinggal diam. Melalui striker nyentriknya Herto Letor (7) mampu menyamakan kedudukan pada menit ke 70. Doni Janggur (17) melepaskan umpan silang dari sisi kanan pertahanan lawan. Bola umpan indah itu ditanduk Herto tanpa mampu di halau penjaga gawang. Skor berubah menjadi 2-2.


Pertandingan semakin seru, hanya  berselang 2 menit  tepatnya di menit ke 72, Praia Grande kembali unggul melalui kaki pemainnya Yoseph Suban Hayon (10). Dengan skema serangan balik cepat, yoseph berhasil memperdayai pemain belakang lawan dan mencetak gol. 

Pati golo merespon cepat gol dari lawan. Hanya 3 menit setelah gol tercipta, Herto Letor (7) alias Ranjas mampu membobol gawang lawan kembali melaui tandukannya dan mebuat skor kembali imbang 3-3.


Pertandingan ke dua tim ini memang menguras emosi para pendukungnya. Bagaimana tidak, setelah skor imbang 3-3, permainan terbuka dan saling serang di peragakan.


Dimenit ke 83, upaya Praia Grande kembali berbuah manis. Memanfaatkan umpan terobosan rekannya dari tengah lapangan, Yoseph Suban Hayon (10)  melepaskan sebuah tendangan keras yang membuat bola masuk ke dalam gawang Patigolo Fc tanpa bisa diamankan Pati Kedang (1). Pemain,pelatih dan supporter Praia Grande bersorak kegirangan menyambut gol di menit-menit akhir laga itu.


Kemenangan Praia grande yang sudah di depan mata buyar ketika pada menit ke 89 sayap kanan Patigolo mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Bola tandukan Herto Letor yang membentur mistar gawang jatuh tepat di kaki Pepi Tukan (11). Dengan sekali sapuan, bola keras meluncur deras masuk ke gawang Praia grande tanpa mampu di halau penjaga gawang Oswaldus (1).


Skor 4-4 bertahan hingga wasit utama  bung Alqadri mengakhiri pertandingan.

Jurnalis : Pedrosa Matapocy


Selasa, 08 Januari 2019

Dibawah tekanan suporter lawan, Ajax Fc raih hasil maksimal di laga perdana II Matanagi.com

Ajax Fc

Matanagi.com, Hasil akhir atau skor akhir Ajax Fc vs Ampos Jr pada lanjutan Liga 2 Askab PSSI Flores Timur di lapangan Ile Mandiri Larantuka selasa 8/1/2019 adalah 2-1 untuk keunggulan Ajax Fc. 

Ampos Jr lebih dulu membuka keunggulan melalui penyerang lincah mereka Putra Pratama (10) pada menit ke 30 babak pertama setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Menyadari gawang mereka di bobol tim lawan, Ajax Fc mencoba untuk menyamakan kedudukan namun usaha mereka selalu di gagalkan pemain bertahan Ampos Jr yang bermain lugas dan disiplin di area pertahanannya. Keunggulan Ampos Jr bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak ke 2, Ajax Fc memegang penuh kendali permainan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan selalu gagal karena kurang tenangnya striker mereka. Baru pada menit ke 72 Ajax Fc mampu menyamakan kedudukan melalui kaki penyerangnya Alfonsius Seran Nahak (7). Berhasil lolos dari jebakan offside, Alfonsius berhasil menaklukan penjaga gawang Ampos Jr dan menyamakan kedudukan. Delapan menit berselang tepatnya pada menit ke 80, Ajax Fc mampu membalikan keadaan dengan mencetak gol lagi-lagi melalui kaki Alfonsius Seran Nahak (7). Skor berubah 2-1 untuk keunggulan Ajax. 

Hingga pertandingan berakhir skor tetap 2-1 untuk keunggulan Ajax Fc. Dengan hasil ini Ajax Fc berhasil meraih 3 point dan membuka peluang untuk melaju ke babak berikutnya.

Jurnalis : Pedrosa Matapocy
 


Rabu, 24 Oktober 2018

Di tinggal beberapa pemain andalannya, Koral Fc takluk dari Padung Raya Fc II Matanagi.com

Selebrasi pemain Padung Raya fc setelah mencetak gol


Matanagi.com, Padung Raya Fc berhasil menang 2-1 atas Koral fc pada babak semifinal pertama turnamen Katar Cup 5 di lapangan Sadi Bau Kecamatan Demon Pagong, Rabu 24/10/2018. Hasil ini mengantarkan Padung Raya Fc melaju ke babak final. Keberhasilan meraih kemenangan ini tak lepas dari semangat juang tinggi pemain Padung Raya Fc yang tak gentar walau berhadapan dengan tuan rumah.

Dilaga ini, Koral fc  bermain agresif sejak menit awal. Bahkan tuan rumah hampir saja unggul andai striker andalan mereka Viktus Goran tidak melewatkan peluang emas di depan gawang Padung raya Fc saat laga baru berjalan 6 menit. Viktus dalam posisi tak terkawal di kotak pinalti Padung raya fc. Namun sontekannya dari jarak dekat di luar dugaan justru melambung di atas mistar gawang.

Pada menit ke 30 Padung Raya Fc malah unggul lebih dulu melalui gol Rensi Kelen (17). Lolos dari jebakan offside, ia tak menyia-nyiakan umpan terukur dari rekannya di lini tengah untuk membobol gawang Koral fc yang di kawal Yohanes Kewisa (69). Dua menit pasca gol tersebut, Koral fc hampir saja menyamakan kedudukan andai tandukan Hironimus Kabelen (19)  tidak menerpa mistar gawang. 

Padung Raya Fc kembali memperlebar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke 36 melalui kaki Teken Liwun (19). Bola hasil tepisan penjaga gawang yohanes melayang tepat di atas kepala Teken Liwun. Dengan sekali tandukan bola meluncur ke gawang tanpa hambatan.

Di babak kedua  Koral Fc mampu memperkecil keunggulan Padung Raya fc pada menit ke 59 melalui kaki pemain Viktus goran (7). Lolos dari pemain belakang lawan dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang, Viktus tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Dengan sebuah sepakan keras, bola meluncur mulus masuk ke gawang. 

Empat menit menjelang bubaran, Koral Fc mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan. Lagi-lagi Viktus Goran yang menjadi ancaman. Namun kali ini dia tak beruntung. Bola sepakan kerasnya hanya menyamping di sisi kiri gawang. Padung Raya Fc pun mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1 dan berhak melaju ke partai final.

Penulis : Ocy Black

Buat teman-teman yang ingin mendengarkan lagu-lagu keren dari kami jangan lupa
Subscribe chanel youtube Matapocy Home Studio

www.youtube.com/Matapocy Home Studio 
https://youtu.be/_7ejENNEcvw

Senin, 22 Oktober 2018

2 gol cepat di awal pertandingan runtuhkan mental bertanding Perselam Fc II Matanagi.com

Wasit utama memberikan arahan kepada kapten 2 tim yg bertanding


Matanagi.com, Duel panas kembali terjadi pada babak delapan besar Katar Cup 5 Senin 22/10/2018. Dua tim tangguh Atakiwan Fc  dan Perselam Fc  harus saling membunuh untuk mendapatkan sisa tiket terakhir menuju semifinal menyusul 4 tim lain yang sudah lebih dulu lolos. Pertandingan 2x35 menit ini sendiri di pimpin oleh wasit utama bung Syukri Al Ghazali di bantu AW 1 ocep dan AW 2 Wirly dengan inspektur pertandingan Idris Lewar.


Atakiwan Fc asuhan pelatih Aloysius B.kumanireng pada pertandingan ini menurunkan skuad terbaik mereka antara lain Eman(PG),Sandro,Sar,Ito,Eko,Ano,Andi,Epi,Milan,Juven dan Viki. Sedangkan Perselam Fc asuhan pelatih Maxianus L.Kung  juga menurunkan pemain-pemain andalan mereka antara lain Paulus (PG),Mariarno,Adrianus,Theodorus,Arnoldus,Daniel,Nikolaus,Erlandus,Thomas,Mariandi dan Asensius.


Sejak pluit kick off babak pertama di bunyikan oleh bung Uky Al Ghasali, kedua tim yang nampak percaya diri sejak awal langsung memperagakan permainan terbuka. Perang lini tengah antara dua playmaker yang sekaligus merangkap kapten tim ini  tak terhindarkan. Atakiwan Fc sepertinya memainkan taktik ngotot mencetak gol di menit-menit awal pertandingan. Pelatih mereka sadar betul bahwa dengan kecepatan yang dimiliki oleh dua striker mereka di lini depan mampu memanfaatkan kelengahan pemain belakang Perselam Fc yang sepertinya tak menyangka dengan taktik yang di mainkan lawannya. 


Bola-bola diagonal langsung di kirim playmaker mereka ke depan gawang sehingga membuat kocar-kacir pertahanan Perselam Fc. Taktik yang dimainkan pun berhasil pada menit 4. Sebuah umpan mendatar dari tengah melaju mulus masuk kedalam kotak pinalti Perselam Fc tanpa mampu di halau oleh pemain belakang yang sudah salah membaca arah bola. Dengan sprint yang begitu cepat,  Juven Hurint (11) mampu menyambut bola terobosan dan dengan sekali sapuan terarah bola melaju deras menghujam jaring gawang Perselam Fc tanpa mampu di halau oleh Penjaga gawang Paulus Pora. Pelatih dan pemain cadangan Atakiwan Fc bersama supporter mererka  berhamburan di tepi lapangan menyambut gol cepat tersebut. Pelatih Atakiwan Fc terlihat sumringah manakala taktik dan strategi yang diterapkan sepertinya sesuai dengan harapan Sedangkan Pelatih dan pemain Perselam Fc tertunduk lesu seakan tak menyangka gawang mereka bisa di bobol secepat itu.


Derita Perselam Fc kembali terjadi pada menit ke 7. Lagi-lagi sebuah umpan terobosan dari tengah lapangan  tak mampu di halau oleh pemain belakang mereka. Playmaker Atakiwan Fc sangat cerdik memberi umpan terobosan kepada rekannya di depan. Bola umpannya disodorkan diantara dua pemain belakang Perselam sehingga terjadi miskomunikasi antara dua bek tersebut. Bola yang melaju mulus ke dalam kotak pinalti di kejar oleh tandem Juven di lini depan Milan Liwu (19). Dengan sekali sentuhan,bola langsung di tendang Milan dengan keras ke arah gawang tanpa mampu di halau oleh penjaga gawang. Paulus Pora kembali harus memungut bola dari gawangnya. Papan skor pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Atakiwan Fc. Dan sekali lagi taktik yang di terapkan pelatih Atakiwan Fc berhasil. 


Gol kedua Atakiwan Fc ini sepertinya meruntuhkan mental dan semangat bertanding Perselam Fc. Para pemain Perselam Fc seperti bermain tanpa pola. Kontrol bola yang salah dan di tambah umpan-umpan salah arah sering kali terjadi. Nampak benar mereka terpukul setelah 2 gol cepat tersebut. Hingga babak pertama berakhir skor tetap 2-0 untuk keunggulan Atakiwan fc.


Memasuki paruh ke dua pertandingan, kendali permainan masih di pegang Atakiwan Fc. Anak-anak Perselam nampaknya belum Move On dari babak pertama. Virus Keruntuhan mental telah menjalar ke pemain cadangan. Pergantian pemain yang di lakukan tak berpengaruh dilapangan. Atakiwan Fc sendiri semakin nyaman dengan permainan mereka. Mereka bahkan mampu  mencetak gol di menit akhir pertandingan melalui kaki pemain Eko Makin (13) pada menit ke 72. Perselam fc kembali tenggelam dalam derita.
Skor 3-0 bertahan hingga bung Uky Al ghazali megakhiri pertandingan.

Penulis : Ocy black


 Bila teman-teman ingin mendengarkan Lagu-lagu keren dari kami jangan lupa
Subscribe Chanel youtube Matapocy Home studio

www.youtube.com/Matapocy Home Studio